Selasa, 14 April 2020

Metode Membaca Al-Qur'an untuk siswa MI/SD


MAKALAH PENDIDIKAN BACA TULIS QUR’AN MI/SD
“Metode Membaca Al-Qur’an untuk siswa  MI/SD”

Disusun oleh :
Yohanna Thresia Putri                                    : 1811240266

Dosen Pembimbing : Dian Jelita, M.Pd


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAI’IYAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN TADRIS
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BENGKULU
2020

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadiran-Nya, yang telah melimpahkan Rahmat, Hidayah dan Inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tentang metode membaca Al-Qur’an untuk anak MI/SD. Sholawat serta salam tak lupa kami hanturkan kepada Baginda besar Muhammad SAW yang telah memberikan perubahan di muka bumi ini.  Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehinngga dapat memperlancar pembuatan makalah ini, untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang  telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini .
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat pembahasa maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan krtik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah kami ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.



Bengkulu, 10 Maret 2020      



Penyusun                    


DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL......................................................................................................... i
KATA PENGANTAR..................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang.................................................................................................. 1
2.      Rumusan Masalah............................................................................................. 1
3.      Tujuan............................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
1.      Pengertian Metode Membaca ..........................................................................  2
2.      Macam-macam Metode Membaca Al-Qur’an di MI/SD.................................. 2
BAB III PENUTUP
1.      Kesimpulan ......................................................................................................  8
2.      Saran ................................................................................................................  8
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 9

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam kegiatan belajar-mengajar, metode pembelajaran mempunyai nilai yang strategis yaitu dapat mempengaruhi jalanya kegiatan belajar-mengajar.m. Basyarudin Usman, dalam bukunya Metodologi Pembelajaran Agama Islam berpendapat bahwa Metode pembelajaran turut menentukan berhasil tidaknya suatu proses belajarmengajar dan merupakan bagian yang integral dalam suatu sistem pengajaran. 6Kunci salah satu keberhasilan dalam belajar-mengajar adalah penggunaan metode yang efektif, tepat dan efisien serta mempunyaitujuan. Penggunaan metode secara Efektif dan efisisen dapat terjadi bila ada kesesuaian antar metode dan semua komponen pengajaran yang telah diprogamkan dalam satuan pelajaran sebagai persiapan tertulis. Menurut M. Arifindalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam mengungkapkan bahwa Metode pembelajaran yang tidak tepat akan menjadi penghalang kelancaran jalanya proses belajar-mengajar sehingga banyak tenaga dan waktu terbuang sia-sia. Oleh karena itu metode mempunyai kedudukan yang signifikan untuk mencapai tujuan pembelajaran, bahkan metode merupakan sarana dalam mentransfer materi pelajaran dari seorang pendidik kepada peserta didik.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian metode pembelajaran membaca Al-Qur’an?
2.      Apa saja macam-macam metode membaca Al-Qur’an?
C.     Tujuan Pembahasan
1.      Untuk mengetahui pengertian metode pembelajaran membaca Al-Qur’an
2.      Untuk mengetahui Apa saja macam-macam metode membaca Al-Qur’an


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Metode Pembelajaran Membaca Al-Qur’an
Pengertian Metode Pembelajaran, Secara etimologi, metode berasal dari bahasa Greekyang terdiri dari katameta yang berarti melalui dan hodos yang berarti jalan. Jadi, metode berarti jalan yang dilalui. Metode Pembelajaran merupakan suatu proses penyampaian materi pendidikan kepada peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan teratur oleh tenaga pengajar atau guru. Pembelajaran diartikan sebagai interaksi antar murid dan guru, murid belajar dan guru selaku tenaga pengajar mengelola sumber-sumber belajar termasuk dirinya sendiri, guna memberikan pengalaman belajar kepada anak didik dalam interaksi
Pengertian Membaca Al-Qur an Membaca adalah melihat tulisan dan mengerti atau dapat melisankan apa yang tertulis itu. Membaca yang di maksud peneliti adalah mambaca atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat pada ayat-ayat Al-Qur an yang sesuai dengan makharij, tajwid dan kelancaranya Sedangkan Al-qur an adalah Firman Allah Swt yang bersifat (berfungsi) mukjizat (sebagai bukti atas kebenaran atas kenabian Muhammad saw) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw yang tertulis dalam mushaf yang di nukil (diriwayatkan) dengan jalan mutawatir dan yang membacanya bernilai ibadah.
Metode sebagai strategi pengajaran Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain dalam bukunya Strategi Belajar Mengajar berpendapat bahwa Dalam kegiatan belajar mengajar pendidik harus memiliki strategi agar peserta didik dapat belajar secara efektif, efisien, serta mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu strategi tersebut adalah dengan menguasai teknik-teknik penyajian atau metode mengajar. [1]

B.     Macam-macam Metode Membaca Al-Qur’an 
Situasi kelas Situasi kelas merupakan salah satu faktor yang harus dipertimbangkan oleh pendidik dalam memilih metode. Situasi kelas dari hari ke hari, dari waktu ke waktu selalu berubah sesuai kondisi psikologi peserta didik. Dinamika kelas seperti ini perlu diperhatikan. Ketika pendidik berusaha membagi peserta didik kedalam beberapa kelompok, pendidik akan menciptakan situasi kelas pada situasi yang lain. Disini tergambar metode mengajar mana yang harus dipilih sesuai dengan situasi kelas dan tujuan yang ingin dicapai. Jadi, situasai kelas mempengaruhi pemilihan metode mengajar.
Kelengkapan fasilitas Menurut Slameto, dalam bukunya Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit Semester SKS menerangkan bahwa Fasilitas yang tersedia yaitu bahan atau alat bantu serta fasilitas lain yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektifitas pengajaran. 20 Penggunaan metode perlu dukungan fasilitas. Fasilitas yang dipilih harus sesuai dengan karakteristik metode mengajar yang akan dipergunakan. 21 g. Kelebihan dan kelemahan metode Setiap metode mempunyai kelebihan dan kelemahan. Pendidik akan lebih mudah menetapkan metode yang paling serasi untuk situasi dan kondisi khusus dihadapinya jika memahami sifat. [2]
Beberapa contoh metode pembelajaran membaca Al-Qur’an untuk anak MI/SD :
1.      Metode Qiroati (Metode Iqro’)
Metode Iqro’ adalah suatu metode membaca Al-Qur'an yang menekankan langsung pada latihan membaca. Adapun buku panduan iqro’ terdiri dari 6 jilid di mulai dari tingkat yang sederhana, tahap demi tahap sampai pada tingkatan yang sempurna. Metode Iqro’ ini disusun oleh Ustadz As’ad Human yang berdomisili di Yogyakarta. Kitab Iqro’ dari ke-enam jilid tersebut di tambah satu jilid lagi yang berisi tentang doa-doa. Dalam setiap jilid terdapat petunjuk pembelajarannya dengan maksud memudahkan setiap orang yang belajar maupun yang mengajar Al-Quran. Metode Iqro’ ini dalam prakteknya tidak membutuhkan alat yang bermacam-macam, karena ditekankan pada bacaannya (membaca huruf Al-Quran dengan fasih). Bacaan langsung tanpa dieja. Artinya tidak diperkenalkan nama-nama huruf hijaiyah dengan cara belajar siswa aktif (CBSA) dan lebih bersifat individual.
Adapun kelebihan dan kelemahan metode Iqro’ adalah:

a) Kelebihan
Ø  Menggunakan metode CBSA, jadi bukan guru yang aktif melainkan santri yang dituntut aktif.
Ø  Dalam penerapannya menggunakan klasikal (membaca secara bersama) privat, maupun cara eksistensi (santri yang lebih tinggi jilidnya dapat menyimak bacaan temannya yang berjilid rendah).
Ø  Komunikatif artinya jika santri mampu membaca dengan baik dan benar guru dapatmemberikan sanjungan/pujian, perhatian dan penghargaan.
Ø  Bila ada santri yang sama tingkat pelajarannya, boleh dengan sistem tadarrus, secara bergilir membaca sekitar dua baris sedang lainnya menyimak.
Ø  Bukunya mudah di dapat di toko-toko.

b) Kekurangan
Ø  Bacaan-bacaan tajwid tak dikenalkan sejak dini.
Ø  Tak ada media belajar.
Ø  Tak dianjurkan menggunakan irama murottal.

2.      Metode Al-Baghdadiyah.
Metode Al-Baghdady adalah metode tersusun (tarkibiyah), maksudnya yaitu suatu metode yang tersusun secara berurutan dan merupakan sebuah proses ulang atau lebih kita kenal dengan sebutan metode alif, ba’, ta’. Metode ini adalah metode yang paling lama muncul dan metode yang pertama berkembang di Indonesia.

Cara pembelajaran metode ini adalah:
·         Hafalan
·         Eja
·         Modul
·         Tidak variatif
·         pemberian contoh yang absolute
Metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan, yaitu:
a) Kelebihan
Ø  Santri akan mudah dalam belajar karena sebelum diberikan materi, santri sudah hafal huruf-huruf hijaiyah.
Ø  Santri yang lancar akan cepat melanjutkan pada materi selanjutnya karena tidak menunggu orang lain.
b) Kekurangan
Ø  Membutuhkan waktu yang lama karena harus menghafal huruf hijaiyah dahulu dan harus dieja.
Ø  Santri kurang aktif karena harus mengikuti ustadz-ustadznya dalam membaca.
Ø  Kurang variatif karena menggunakan satu jilid saja.
Ø  Metode  
3.      Metode jssh
Metode An-Nahdhiyah adalah salah satu metode membaca Al-Quran yang muncul di daerah Tulungagung, Jawa Timur.Metode ini disusun olehsebuah lembaga pendidikan Ma’arif Cabang Tulungagung.Karena metode ini merupakan metode pengembangan dari metode Al-Baghdady, maka materi pembelajaran Al-Qur'an tidak jauh berbeda dengan metode Qira’ati dan Iqro’. Dan perlu diketahui bahwa pembelajaran metode ini lebih ditekankan pada kesesuaian dan keteraturan bacaan dengan ketukan atau lebih tepatnya pembelajaran Al-Quran pada metode ini lebih menekankan pada kode “Ketukan”.Dalam pelaksanaan metode ini mempunyai dua program yang harus diselesaikan oleh para santri, yaitu:
Program buku paket yaitu program awal sebagai dasar pembekalan untuk mengenal dan memahami serta mempraktekkan membaca Al-Quran. Program sorogan Al-Quran yaitu program lanjutan sebagai aplikasi praktis untuk mengantarkan santri mampu membaca Al-Quran sampai khatam. Dalam metode ini buku paketnya tidak dijual bebas bagi yang ingin menggunakannya atau ingin menjadi guru pada metode ini harus sudah mengikuti penataran calon guru metode An-Nahdhiyah.
Dalam program sorogan Al-Quran ini, santri akan diajarkan bagaimana cara-cara membaca Al-Quran yang sesuai dengan sistem bacaan dalam membaca Al-Quran. Dimana santri langsung praktek membaca Al-Quran besar. Disini santri akan diperkenalkan beberapa sistem bacaan, yaitu tartil, tahqiq, dan taghanni.
4.      Metode Qiroati
Metode Qiro’ati Metode Qiro’ati disusun oleh Ustadz H. Dahlan Salim Zarkasy pada tahun 1986 bertepatan pada tanggal 1 Juli. H.M Nur Shodiq Ahrom (sebagai penyusun didalam bukunya “Sistem Qa'idah Qira’ati” Ngembul, Kalipare), metode ini ialah membaca Al-Quran yang langsung memasukkan dan mempraktekkan bacaan tartil sesuai dengan qa'idah ilmu tajwid sistem pendidikan dan pengajaran metode Qira’ati ini melalui system pendidikan berpusat pada murid dan kenaikan kelas/jilid tidak ditentukan oleh bulan/tahun dan tidak secara klasikal, tapi secara individual (perseorangan). Santri/anak didik dapat naik kelas/jilid berikutnya dengan syarat:
1.      Sudah menguasai materi/paket pelajaran yang diberikan di kelas.
2.      Lulus tes yang telah diujikan oleh sekolah/TPA.
Strategi ini agar berjalan dengan baik maka perlu di perhatikan syarat syaratnya. Dan strategi ini meng-ajarkannya secara khusus atau detil. Dalam mengajar-kan metode qiro’ati ada I sampai VI yaitu:
1.      Jilid I adalah kunci keberhasilan dalam belajar membaca Al-Qur'an. Apabila Jilid I lancar pada jilid selanjutnya akan lancar pula, guru harus memperhatikan kecepatan santri.
2.      Jilid II adalah lanjutan dari Jilid I yang disini telah terpenuhi target Jilid I.
3.      Jilid III adalah setiap pokok bahasan lebih ditekankan pada bacaan panjang (huruf mad).
4.      Jilid ini merupakan kunci keberhasilan dalam bacaan tartil dan bertajwid.
5.      Jilid V ini lanjutan dari Jilid IV. Disini diharapkan sudah harus mampu membaca dengan baik dan benar.
6.      Jilid ini adalah jilid yang terakhir yang kemudian dilanjutkan dengan pelajaran Juz 27.

Juz I sampai Juz VI mempunyai target yang harus dicapai sehingga disini guru harus lebih sering melatih peserta didik agar target-target itu tercapai. Metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan antara lain:
a)      Kelebihannya:
Siswa walaupun belum mengenal tajwid secara konsep tetapi sudah bisa membaca Al-Qur'an secara tajwid.Karena belajar ilmu tajwid itu hukumnya fardlu kifayah sedangkan membaca Al-Qur'andengan tajwidnyaitu fardlu ain.
·         Dalam metode ini terdapat prinsip untuk guru dan murid.
·         Pada metode ini setelah khatam meneruskan lagi bacaan ghorib.
·         Jika santri sudah lulus 6 Jilid beserta ghoribnya, maka ditest bacaannya kemudian setelah itu santri mendapatkan syahadah jika lulus tes.
b) Kekurangannya:Bagi yang tidak lancar lulusnya juga akan lama karena metode ini lulusnya tidak ditentukan oleh bulan/tahun.
5.      Metode Barqy
Metode ini ditemukan oleh Drs. Muhadjir Sulthan, dan disosialisasikan pertama kali sebelum tahun 1991, yang sebenarnya sudah dipraktekkan pada tahun 1983. Metode ini tidak disusun beberapa jilid akan tetapi hanya dijilid dalam satu buku saja.
Pada metode ini lebih menekankan pada pendekatan global yang bersifatstruktur analitik sintetik, yang dimaksud adalah penggunaan strukturkata yang tidak mengikuti bunyi mati (sukun).Metode ini sifatnya bukan mengajar, namun mendorong hingga gurunya: Tut Wuri Handayani dan santri dianggap telah memiliki persiapan dengan pengetahuan tersedia. Dalam perkembangannya Al-Barqy ini menggunakan metode yang diberi nama metode lembaga (kata kunci yang harus dihafal) dengan pendekatan global dan bersifat analitik sintetik. Dan lembaga tersebut adalah:
·         DA-RA-JA
·         MA-HA-KA-YA
·         KA-TA-WA-NA
·         SA-MA-LA-BA
 Metode Al-Barqy memiliki kelebihan dan kekurangan antara lain adalah:
a)      Kelebihan dari metodeini:
Ø  Siswa akan mudah hafal dan mengingat karena dalam membacanyaharus mengikuti cara membaca ustadzah sampai hafal, kemudiansetelah hafal ustadzah menunjukkan huruf secara acak.
Ø  Dikenalkan bacaan yang musykil yang sering dijumpai padabacaan Al-Qur’an.
b)      Kekurangan dari metode ini adalah:
Ø  Siswa tidak aktif karena cara membacanya harus mengikutiustadzahnya terlebih dahulu.
Ø  Tidak variatif karena hanya terdapat satu jilid saja.
Ø  Dalam pengenalan tajwidnya kurang.
Ø  Tidak dikenalkan pada huruf mati (sukun)