MAKALAH PENDIDIKAN BACA TULIS
QUR’AN MI/SD
“Metode Membaca
Al-Qur’an untuk siswa MI/SD”

Disusun oleh :
Yohanna Thresia Putri : 1811240266
Dosen Pembimbing : Dian Jelita, M.Pd
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAI’IYAH
FAKULTAS
TARBIYAH DAN TADRIS
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI BENGKULU
2020
KATA PENGANTAR
Dengan
menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kami panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadiran-Nya, yang telah melimpahkan Rahmat, Hidayah
dan Inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini
tentang metode membaca Al-Qur’an untuk anak MI/SD. Sholawat serta salam tak
lupa kami hanturkan kepada Baginda besar Muhammad SAW yang telah memberikan
perubahan di muka bumi ini. Makalah ini
telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak
sehinngga dapat memperlancar pembuatan makalah ini, untuk itu kami menyampaikan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini .
Terlepas
dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat pembahasa maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan
tangan terbuka kami menerima segala saran dan krtik dari pembaca agar kami
dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir
kata kami berharap semoga makalah kami ini dapat memberikan manfaat maupun
inspirasi terhadap pembaca.
Bengkulu, 10 Maret 2020
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL.........................................................................................................
i
KATA PENGANTAR.....................................................................................................
ii
DAFTAR ISI....................................................................................................................
iii
BAB I PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang..................................................................................................
1
2.
Rumusan Masalah.............................................................................................
1
3.
Tujuan...............................................................................................................
1
BAB II PEMBAHASAN
1.
Pengertian Metode Membaca .......................................................................... 2
2.
Macam-macam Metode Membaca Al-Qur’an di
MI/SD..................................
2
BAB III PENUTUP
1.
Kesimpulan ...................................................................................................... 8
2.
Saran ................................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................
9
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Dalam kegiatan belajar-mengajar, metode pembelajaran
mempunyai nilai yang strategis yaitu dapat mempengaruhi jalanya kegiatan
belajar-mengajar.m. Basyarudin Usman, dalam bukunya Metodologi Pembelajaran
Agama Islam berpendapat bahwa Metode pembelajaran turut menentukan berhasil
tidaknya suatu proses belajarmengajar dan merupakan bagian yang integral dalam
suatu sistem pengajaran. 6Kunci salah satu keberhasilan dalam belajar-mengajar
adalah penggunaan metode yang efektif, tepat dan efisien serta mempunyaitujuan.
Penggunaan metode secara Efektif dan efisisen dapat terjadi bila ada kesesuaian
antar metode dan semua komponen pengajaran yang telah diprogamkan dalam satuan
pelajaran sebagai persiapan tertulis. Menurut M. Arifindalam bukunya Ilmu
Pendidikan Islam mengungkapkan bahwa Metode pembelajaran yang tidak tepat akan
menjadi penghalang kelancaran jalanya proses belajar-mengajar sehingga banyak
tenaga dan waktu terbuang sia-sia. Oleh karena itu metode mempunyai kedudukan
yang signifikan untuk mencapai tujuan pembelajaran, bahkan metode merupakan
sarana dalam mentransfer materi pelajaran dari seorang pendidik kepada peserta
didik.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
pengertian metode pembelajaran membaca Al-Qur’an?
2.
Apa saja macam-macam metode membaca
Al-Qur’an?
C. Tujuan
Pembahasan
1. Untuk
mengetahui pengertian metode pembelajaran membaca Al-Qur’an
2. Untuk
mengetahui Apa saja macam-macam metode membaca Al-Qur’an
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Metode Pembelajaran Membaca Al-Qur’an
Pengertian
Metode Pembelajaran, Secara etimologi, metode berasal dari bahasa Greekyang
terdiri dari katameta yang berarti melalui dan hodos yang berarti jalan. Jadi,
metode berarti jalan yang dilalui. Metode Pembelajaran merupakan suatu
proses penyampaian materi pendidikan kepada peserta didik yang dilakukan secara
sistematis dan teratur oleh tenaga pengajar atau guru. Pembelajaran diartikan sebagai interaksi
antar murid dan guru, murid belajar dan guru selaku tenaga pengajar mengelola
sumber-sumber belajar termasuk dirinya sendiri, guna memberikan pengalaman
belajar kepada anak didik dalam interaksi
Pengertian
Membaca Al-Qur an Membaca adalah melihat tulisan dan mengerti atau dapat
melisankan apa yang tertulis itu. Membaca yang di maksud peneliti adalah
mambaca atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat pada ayat-ayat Al-Qur an
yang sesuai dengan makharij, tajwid dan kelancaranya Sedangkan Al-qur an adalah
Firman Allah Swt yang bersifat (berfungsi) mukjizat (sebagai bukti atas
kebenaran atas kenabian Muhammad saw) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw
yang tertulis dalam mushaf yang di nukil (diriwayatkan) dengan jalan mutawatir
dan yang membacanya bernilai ibadah.
Metode
sebagai strategi pengajaran Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain dalam
bukunya Strategi Belajar Mengajar berpendapat bahwa Dalam kegiatan belajar
mengajar pendidik harus memiliki strategi agar peserta didik dapat belajar
secara efektif, efisien, serta mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu
strategi tersebut adalah dengan menguasai teknik-teknik penyajian atau metode
mengajar. [1]
B. Macam-macam
Metode Membaca Al-Qur’an
Situasi
kelas Situasi kelas merupakan salah satu faktor yang harus dipertimbangkan oleh
pendidik dalam memilih metode. Situasi kelas dari hari ke hari, dari waktu ke
waktu selalu berubah sesuai kondisi psikologi peserta didik. Dinamika kelas
seperti ini perlu diperhatikan. Ketika pendidik berusaha membagi peserta didik
kedalam beberapa kelompok, pendidik akan menciptakan situasi kelas pada situasi
yang lain. Disini tergambar metode mengajar mana yang harus dipilih sesuai
dengan situasi kelas dan tujuan yang ingin dicapai. Jadi, situasai kelas
mempengaruhi pemilihan metode mengajar.
Kelengkapan
fasilitas Menurut Slameto, dalam bukunya Proses Belajar Mengajar dalam Sistem
Kredit Semester SKS menerangkan bahwa Fasilitas yang tersedia yaitu bahan atau
alat bantu serta fasilitas lain yang dapat digunakan untuk meningkatkan
efektifitas pengajaran. 20 Penggunaan metode perlu dukungan fasilitas.
Fasilitas yang dipilih harus sesuai dengan karakteristik metode mengajar yang
akan dipergunakan. 21 g. Kelebihan dan kelemahan metode Setiap metode mempunyai
kelebihan dan kelemahan. Pendidik akan lebih mudah menetapkan metode yang
paling serasi untuk situasi dan kondisi khusus dihadapinya jika memahami sifat.
[2]
Beberapa
contoh metode pembelajaran membaca Al-Qur’an untuk anak MI/SD :
1.
Metode
Qiroati (Metode Iqro’)
Metode Iqro’ adalah suatu metode membaca Al-Qur'an
yang menekankan langsung pada latihan membaca. Adapun buku panduan iqro’
terdiri dari 6 jilid di mulai dari tingkat yang sederhana, tahap demi tahap
sampai pada tingkatan yang sempurna. Metode Iqro’ ini disusun oleh Ustadz As’ad
Human yang berdomisili di Yogyakarta. Kitab Iqro’ dari ke-enam jilid tersebut
di tambah satu jilid lagi yang berisi tentang doa-doa. Dalam setiap jilid
terdapat petunjuk pembelajarannya dengan maksud memudahkan setiap orang yang
belajar maupun yang mengajar Al-Quran. Metode Iqro’ ini dalam prakteknya tidak
membutuhkan alat yang bermacam-macam, karena ditekankan pada bacaannya (membaca
huruf Al-Quran dengan fasih). Bacaan langsung tanpa dieja. Artinya tidak
diperkenalkan nama-nama huruf hijaiyah dengan cara belajar siswa aktif (CBSA)
dan lebih bersifat individual.
Adapun kelebihan dan kelemahan metode Iqro’ adalah:
a) Kelebihan
a) Kelebihan
Ø Menggunakan
metode CBSA, jadi bukan guru yang aktif melainkan santri yang dituntut aktif.
Ø Dalam
penerapannya menggunakan klasikal (membaca secara bersama) privat, maupun cara
eksistensi (santri yang lebih tinggi jilidnya dapat menyimak bacaan temannya yang
berjilid rendah).
Ø Komunikatif
artinya jika santri mampu membaca dengan baik dan benar guru dapatmemberikan
sanjungan/pujian, perhatian dan penghargaan.
Ø Bila
ada santri yang sama tingkat pelajarannya, boleh dengan sistem tadarrus, secara
bergilir membaca sekitar dua baris sedang lainnya menyimak.
Ø Bukunya
mudah di dapat di toko-toko.
b) Kekurangan
Ø Bacaan-bacaan
tajwid tak dikenalkan sejak dini.
Ø Tak
ada media belajar.
Ø Tak
dianjurkan menggunakan irama murottal.
2. Metode Al-Baghdadiyah.
Metode Al-Baghdady adalah metode tersusun
(tarkibiyah), maksudnya yaitu suatu metode yang tersusun secara berurutan dan
merupakan sebuah proses ulang atau lebih kita kenal dengan sebutan metode alif,
ba’, ta’. Metode ini adalah metode yang paling lama muncul dan metode yang
pertama berkembang di Indonesia.
Cara pembelajaran metode ini adalah:
Cara pembelajaran metode ini adalah:
·
Hafalan
·
Eja
·
Modul
·
Tidak variatif
·
pemberian contoh yang absolute
Metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan,
yaitu:
a) Kelebihan
a) Kelebihan
Ø Santri
akan mudah dalam belajar karena sebelum diberikan materi, santri sudah hafal
huruf-huruf hijaiyah.
Ø Santri
yang lancar akan cepat melanjutkan pada materi selanjutnya karena tidak
menunggu orang lain.
b)
Kekurangan
Ø Membutuhkan
waktu yang lama karena harus menghafal huruf hijaiyah dahulu dan harus dieja.
Ø Santri
kurang aktif karena harus mengikuti ustadz-ustadznya dalam membaca.
Ø Kurang
variatif karena menggunakan satu jilid saja.
Ø
Metode
3.
Metode
jssh
Metode An-Nahdhiyah
adalah salah satu metode membaca Al-Quran yang muncul di daerah Tulungagung,
Jawa Timur.Metode ini disusun olehsebuah lembaga pendidikan Ma’arif Cabang
Tulungagung.Karena metode ini merupakan metode pengembangan dari metode
Al-Baghdady, maka materi pembelajaran Al-Qur'an tidak jauh berbeda dengan
metode Qira’ati dan Iqro’. Dan perlu diketahui bahwa pembelajaran metode ini
lebih ditekankan pada kesesuaian dan keteraturan bacaan dengan ketukan atau
lebih tepatnya pembelajaran Al-Quran pada metode ini lebih menekankan pada kode
“Ketukan”.Dalam pelaksanaan metode ini mempunyai dua program yang harus
diselesaikan oleh para santri, yaitu:
Program buku paket
yaitu program awal sebagai dasar pembekalan untuk mengenal dan memahami serta
mempraktekkan membaca Al-Quran. Program sorogan Al-Quran yaitu program lanjutan
sebagai aplikasi praktis untuk mengantarkan santri mampu membaca Al-Quran
sampai khatam. Dalam metode ini buku paketnya tidak dijual bebas bagi yang
ingin menggunakannya atau ingin menjadi guru pada metode ini harus sudah
mengikuti penataran calon guru metode An-Nahdhiyah.
Dalam program sorogan
Al-Quran ini, santri akan diajarkan bagaimana cara-cara membaca Al-Quran yang
sesuai dengan sistem bacaan dalam membaca Al-Quran. Dimana santri langsung
praktek membaca Al-Quran besar. Disini santri akan diperkenalkan beberapa sistem
bacaan, yaitu tartil, tahqiq, dan taghanni.
4.
Metode
Qiroati
Metode
Qiro’ati Metode Qiro’ati disusun oleh Ustadz H. Dahlan Salim Zarkasy pada
tahun 1986 bertepatan pada tanggal 1 Juli. H.M Nur Shodiq Ahrom (sebagai
penyusun didalam bukunya “Sistem Qa'idah Qira’ati” Ngembul, Kalipare), metode
ini ialah membaca Al-Quran yang langsung memasukkan dan mempraktekkan bacaan
tartil sesuai dengan qa'idah ilmu tajwid sistem pendidikan dan pengajaran
metode Qira’ati ini melalui system pendidikan berpusat pada murid dan kenaikan
kelas/jilid tidak ditentukan oleh bulan/tahun dan tidak secara klasikal, tapi
secara individual (perseorangan). Santri/anak didik dapat naik kelas/jilid
berikutnya dengan syarat:
1. Sudah menguasai materi/paket
pelajaran yang diberikan di kelas.
2.
Lulus
tes yang telah diujikan oleh sekolah/TPA.
Strategi
ini agar berjalan dengan baik maka perlu di perhatikan syarat syaratnya. Dan
strategi ini meng-ajarkannya secara khusus atau detil. Dalam mengajar-kan
metode qiro’ati ada I sampai VI yaitu:
1.
Jilid
I adalah kunci keberhasilan dalam belajar membaca Al-Qur'an. Apabila Jilid I
lancar pada jilid selanjutnya akan lancar pula, guru harus memperhatikan
kecepatan santri.
2. Jilid II adalah lanjutan dari
Jilid I yang disini telah terpenuhi target Jilid I.
3. Jilid III adalah setiap pokok
bahasan lebih ditekankan pada bacaan panjang (huruf mad).
4. Jilid ini merupakan kunci
keberhasilan dalam bacaan tartil dan bertajwid.
5. Jilid V ini lanjutan dari Jilid
IV. Disini diharapkan sudah harus mampu membaca dengan baik dan benar.
6. Jilid ini adalah jilid yang
terakhir yang kemudian dilanjutkan dengan pelajaran Juz 27.
Juz I sampai Juz VI mempunyai target yang harus dicapai sehingga disini guru harus lebih sering melatih peserta didik agar target-target itu tercapai. Metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan antara lain:
a)
Kelebihannya:
Siswa walaupun belum mengenal tajwid secara konsep tetapi sudah bisa membaca Al-Qur'an secara tajwid.Karena belajar ilmu tajwid itu hukumnya fardlu kifayah sedangkan membaca Al-Qur'andengan tajwidnyaitu fardlu ain.
Siswa walaupun belum mengenal tajwid secara konsep tetapi sudah bisa membaca Al-Qur'an secara tajwid.Karena belajar ilmu tajwid itu hukumnya fardlu kifayah sedangkan membaca Al-Qur'andengan tajwidnyaitu fardlu ain.
·
Dalam
metode ini terdapat prinsip untuk guru dan murid.
·
Pada
metode ini setelah khatam meneruskan lagi bacaan ghorib.
·
Jika
santri sudah lulus 6 Jilid beserta ghoribnya, maka ditest bacaannya kemudian
setelah itu santri mendapatkan syahadah jika lulus tes.
b) Kekurangannya:Bagi yang tidak lancar lulusnya
juga akan lama karena metode ini lulusnya tidak ditentukan oleh bulan/tahun.
5.
Metode
Barqy
Metode
ini ditemukan oleh Drs. Muhadjir Sulthan, dan disosialisasikan pertama kali sebelum
tahun 1991, yang sebenarnya sudah dipraktekkan pada tahun 1983. Metode ini
tidak disusun beberapa jilid akan tetapi hanya dijilid dalam satu buku saja.
Pada metode ini lebih menekankan pada pendekatan global yang bersifatstruktur analitik sintetik, yang dimaksud adalah penggunaan strukturkata yang tidak mengikuti bunyi mati (sukun).Metode ini sifatnya bukan mengajar, namun mendorong hingga gurunya: Tut Wuri Handayani dan santri dianggap telah memiliki persiapan dengan pengetahuan tersedia. Dalam perkembangannya Al-Barqy ini menggunakan metode yang diberi nama metode lembaga (kata kunci yang harus dihafal) dengan pendekatan global dan bersifat analitik sintetik. Dan lembaga tersebut adalah:
Pada metode ini lebih menekankan pada pendekatan global yang bersifatstruktur analitik sintetik, yang dimaksud adalah penggunaan strukturkata yang tidak mengikuti bunyi mati (sukun).Metode ini sifatnya bukan mengajar, namun mendorong hingga gurunya: Tut Wuri Handayani dan santri dianggap telah memiliki persiapan dengan pengetahuan tersedia. Dalam perkembangannya Al-Barqy ini menggunakan metode yang diberi nama metode lembaga (kata kunci yang harus dihafal) dengan pendekatan global dan bersifat analitik sintetik. Dan lembaga tersebut adalah:
·
DA-RA-JA
·
MA-HA-KA-YA
·
KA-TA-WA-NA
·
SA-MA-LA-BA
Metode Al-Barqy memiliki kelebihan dan
kekurangan antara lain adalah:
a)
Kelebihan dari metodeini:
Ø
Siswa
akan mudah hafal dan mengingat karena dalam membacanyaharus mengikuti cara
membaca ustadzah sampai hafal, kemudiansetelah hafal ustadzah menunjukkan huruf
secara acak.
Ø
Dikenalkan
bacaan yang musykil yang sering dijumpai padabacaan Al-Qur’an.
b)
Kekurangan dari metode ini adalah:
Ø Siswa tidak aktif karena cara
membacanya harus mengikutiustadzahnya terlebih dahulu.
Ø Tidak variatif karena hanya
terdapat satu jilid saja.
Ø Dalam pengenalan tajwidnya
kurang.
Ø Tidak dikenalkan pada huruf mati
(sukun)
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bagi seorang guru, sangat penting dalam memilih
metode yang digunakan dalam mengajarkan kepada anak muridnya. Dalam membaca
Al-Qur’an, seorang guru juga harus tepat dalam memilih metode untuk anak murid
dan juga harus sesuai dengan aturan urutan jenjang yang benar agar anak murid
dengan mudah mengingat cara membaca yang baik dan benar. Biasanya pada anak sekolah dasar tidak
langsung ada mata pelajaran yang mengajarkan membaca Al-Qur’an, namun anak
belajar mengaji mandiri dilingkungan keluarga atau masyarakat. Namun, tetap
pada jenjang yang seharusnya.
Pada beberapa metode diatas dapat kita gunakan
beberapa metode yang biasa digunakan dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an,
seperti metode qiroati. Karena pada metode ini telah ditetapkan jenjang-jenjang
pembelajaran yang biasa digunakan anak.
B. Saran
Sebagai
penyusun yang tentunya saya masih dalam tahap belajar, saya pun dengan sangat berusaha
menjadikan makalah saya ini agar tampil sempurna dan mengurangi banyak
kesalahan yang saya pelajari dari makalah-makalah sebelumnya. Dan saya berharap
kepada para pembaca dapat memahami isi maksud serta pembahasan saya dalam makalah ini. Dan tentunya saya sangat menyadari dalam
proses pembuatan nya pun, masih banyak sekali kekurangan. Oleh karena itu, saya
berharap kritik dan saran kepada para pembaca agar di kemudian hari saya dapat
lebih baik lagi dalam membuat makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Chabib
Thoha, dkk, Metodologi Pengajaran Agama, (Yogyakarta, Pustaka Pelajar).
Slameto, 1991, Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit
Semester SKS, Jakarta : Bumi Aksar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar